Business — 22 May 2014
9 Mitos Keliru Seputar Kartu Kredit

Memiliki kartu kredit memang seperti memiliki pisau yang tajam. Ketika Anda bisa menggunakan dan menguasai dengan baik, maka itu akan membuat Anda menjadi koki yang hebat. Tetapi ketika kita tidak bisa menguasainya, jangan heran jika Anda akan menjadi koki yang terluka.

Itu sebabnya banyak orang yang membahas mengenai do’s – apa yang boleh – dan dont’s – apa yang tidak boleh – dengan kartu kredit. Tetapi sama seperti pisau, ketika kita sama sekali tidak menggunakan atau membatasi dengan cara yang salah, maka kita tetap akan menjadi seorang koki biasa dan bukan koki yang andal.

Berikut adalah beberapa pernyataan tentang kartu kredit yang sering Anda dengar untuk maksud yang baik, tetapi ternyata justru salah dan kelak bisa menjadi masalah:

1. Punya kartu kredit itu menakutkan.
Pernah tahu mengapa kartu kredit diciptakan? Karena si pencipta mengalami masalah saat dirinya harus membayar sebuah jamuan makan malam dan ternyata lupa membawa dompet. Ketika Anda menggunakan kartu kredit dengan maksud sebagai alat bantu pembayaran, maka seharusnya Anda tidak perlu takut memiliki kartu kredit.

2. Punya kartu kredit itu lebih boros daripada memiliki uang tunai.
Pernah mendapat kembalian pembayaran berupa permen atau ucapan “maaf” dari kasir karena ia tidak punya uang Rp25 atau Rp50? Bayangkan kalau hari itu Anda berbelanja 100 kali dan semua kasir melakukan hal yang sama, maka Anda sudah kehilangan Rp2.500 atau Rp5.000. Kartu kredit memungkinkan kita membayar secara detail. Jadi mana yang lebih boros?

3. Kartu kredit itu membuat banyak utang.
Kartu kredit memang memiliki fasilitas pembayaran tunda; tetapi bukan berarti fasilitas kemudahan tadi adalah suatu keharusan. Ketika Anda bisa membayar semua pemakaian kartu, maka Anda tidak akan terkena banyak utang.

4. Miliki batas kartu kredit seminimal mungkin.
Memiliki batas kartu kredit rendah memang membuat Anda memiliki kemungkinan kecil terkena masalah utang yang besar. Tetapi dengan fasilitas kredit berjumlah kecil, maka fungsi kartu kredit tadi menjadi tidak ada, apalagi bila Anda terpaksa harus menggunakannya di luar negeri.

5. Supaya aman, tinggal kartu kredit di rumah.
Kartu kredit memiliki manfaat penting, salah satunya adalah keamanan. Anda dimungkinkan untuk membawa uang Rp25 juta, Rp50 juta bahkan Rp500 juta di dalam kantong atau dompet, dengan hanya selembar kartu kredit. Jadi, mana yang lebih aman, membawa uang tunai Rp500 juta di dompet atau selembar kartu?

6. Lebih menguntungkan bayar tunai daripada bayar pakai kartu.
Apa, sih, yang dimaksud dengan menguntungkan? Sebenarnya kalau Anda melakukan pembayaran, maka Anda dirugikan karena ada aset yang hilang. Tetapi dengan membayar tunai akan membuat aset Anda hilang saat ini juga, sedangkan dengan kartu kredit – bila pintar – bisa saja baru kehilangan uang 40 hari ke depan tanpa terkena bunga.

7. Cara selesaikan utang kartu kredit adalah dengan memotong kartunya.
Ini sama dengan membunuh tikus dengan membakar gudang gandum. Cara paling aman menyelesaikan kartu kredit adalah dengan mengendalikan penggunaannya dan menjadwalkan pembayaran.

8. Menggunakan kartu kredit untuk modal usaha.
Utang untuk bisnis bukanlah hal yang diharamkan, tetapi tentunya untuk tujuan yang benar. Untuk pengembangan usaha mungkin oke, tetapi untuk modal usaha, harus dipikirkan ulang. Mempertaruhkan pengeluaran pasti berupa tagihan utang dengan pemasukan tidak pasti, alias hasil usaha, adalah hal mendasar yang salah.

9. Bayar minimal bisa membantu menyelesaikan utang kartu kredit kita.
Benar juga, sih, tetapi bisa jadi waktunya sangat lama dan nilai bunga plus biaya lain yang kita bayar kepada penerbit kartu bisa lebih besar dari utang kita sendiri. Jadi yang terbaik bukan bayar minimal, tetapi bayar dengan angka tertentu yang pasti.

kurus

Referensi:

mitos agar rumah aman, mitos kartu as love, mitos mitos tentang joongKi, seputar kartu kredit

Related Articles

Share

About Author

(0) Readers Comments

Comments are closed.