Sport — 27 November 2012
9 Mitos dan Fakta Olah Raga

1. No Pain No Gain
Latihan keras tak harus dilakukan untuk membantu mendapatkan bentuk tubuh yang diimpikan. Jika Anda seorang pemula, mulailah dengan perlahan. Jika Anda memaksakan sebuah latihan yang terlalu keras. Nyeri ini bisa saja  proses normal di awal mulai latihan namun jangan biarkan ini membuat Anda jera berolahraga. Jika Anda memiliki sakit parah, hentikan latihan sampai nyeri hilang. Atau, konsultasikan dengan seorang tenaga medis profesional  sebelum Anda mulai lagi.

2. Mana latihan yang paling baik? Berjalan, angkat beban atau Yoga
Ketiga latihan di atas adalah olah raga yang cukup seimbang. Karena ketiganya memiliki 3 jenis latihan sekaligus, yakni, kardio, otot dan fleksibilitas. Berjalan termasuk olah raga aerobik atau cardio yang meningkatkan kekuatan jantung dan paru-paru. Sedangkan angkat beban memberikan latihan otot yang membantu menjaga otot dan tulang tetap kuat sehingga membantu keseimbangan dan koordinasi tubuh. Sedangkan Yoga yang merupakan latihan fleksibilitas dapat meningkatkan jangkauan gerak dan mengurangi risiko cidera saat beraktivitas.

3. Lakukan latihan kardio Anda sebelum latihan otot
Tidak ada benar, Anda harus latihan kardio sebelum latihan otot. Anda boleh saja merencanakan satu saja jenis latihan. Semua bergantung tujuan yang diinginkan. Jika Anda mengutamakan daya tahan, lakukan latihan cardio dahulu sebelum latihan lainnya. Dan, jika ingin membangun kekuatan atau membakar kalori, lakukan latihan otot dahulu (setelah pemanasan) baru latihan kardio. Namun yang paling penting, melakukan cukup latihan dari kedua jenis latihan ini setiap minggu.

4. Anda Bisa Membakar Kalori dengan Berbelanja?
Kabar buruk bagi para “shopaholic”, berjalan saat belanja tidak termasuk olahraga efektif yang menyehatkan. Saat berbelanja, Anda tidak cukup bernafas lebih keras, dan jantung tidak cukup terpompa cepat. Jadi kegiatan itu tidak bisa dihitung sebagai olah raga. Namun mendorong mesin pemotong rumput, mengepel, dan berkebun bisa jadi merupakan latihan selama dilakukan lebih dari 10 menit.

5.  Lebih baik berolahraga  30 menit sekaligus ketimbang  10 menit namun tiga kali sehari?
CDC menganjurkan untuk berolahraga kardio maupun aerobik  150 menit  seminggu dengan intensitas sedang. Atau, 75 menit  seminggu latihan  aerobik dengan intensitas kuat maupun kombinasi keduanya.

6. Bermain tenis tunggal dua kali lebih baik dari olah raga biasa
Memang benar, Anda bisa mendapatkan manfaat latihan yang sama dengan durasi waktu dua kali lipat saat pergi ke gym dengan bermain tenis tunggal. Begitu pula, olah raga lain yang memiliki intensitas kuat seperti tenis tunggal seperti jogging, berenang cepat, bersepeda cepat, maupun basket.

7. Pemanasan dan pendinginan adalah mutlak dalam Olah raga
Banyak orang tidak melakukan pemanasan sebelum latihan dan pendinginan setelahnya padahal ini penting. Pemanasan dapat meningkatkan pernapasan, denyut jantung serta mempersiapkan otot sehingga mencegah cidera. Pemanasan bisa dilakukan dengan berjalan cepat atau bersepeda statis selama 5 hingga 10 menit hingga sedikit berkeringat. Sedangkan pendinginan memiliki fungsi mengendurkan otot, tendon danligamen sehingga mencegah rasa sakit dan cidera. Pendinginan juga sebaiknya dilakukan selama 5 hingga 10 menit.

8. Berapa sasaran detak jantung yang harus dicapai selama berolahraga?
Saat berolah raga, sebaiknya dicapai detak jantung 50% hingga 85% dari jetak jantung maksimum Anda. Untuk mengukur detak jantung maksimum, dari skor 220 kurangi dengan usia Anda sekarang. Untuk mengukur detak jantung juga bisa dengan, letakkan jari di nadi pergelangan atau leher Anda. Hitung jumlah denyut  dalam satu menit atau dalam 30 detik lalu kalikan 2. Itulah jumlah detak jantung Anda.

9. Berapa Banyak Air Harus Anda Minum
Jawabannya adalah saat berolahraga Anda tetap harus terhidrasi sekitar 750 ml hingga 850 ml. Ingat, saat berlatih Anda membutuhkan cairan untuk menggerakkan sistem metabolisme. Untuk awalnya, minum sekitar 600 ml air lalu tunggu dua hingga tiga jam untuk mulai olah raga. Dan, minum sekitar  hingga 250 ml air kembali, 25 menit sebelum mulai berlatih. Lalu, minum sekitar 300 ml tiap 10 hingga 20 menit selama berlatih. [Tabloid Nova]

kurus

Referensi:

latihan aerobik dapat meningkatkan daya tahan apabila dilakukan paling sedikit selama, latihan aerobic dapat meningkatkan daya tahan apabila dilakukan paling sedikit selama, Latihan aerobik dapat meningkatkan daya tahan apabila dilakukan paling sedikit, latihan aerobic dapat meningkatkan daya tahan apabila dilakukan paling sedikit, latihan aerobik dilakukan paling sedikit selama, Latihan aerobik dapat meningkatkan daya tahan apabila dilakukan paling sedikit selama menit, latihan aerobik paling sedikit selama, latihan aerobik paling sedikit dilakukan selama, Latihan aerobik dapat meningkatkan daya tahan apabila di lakukan paling sedikit selama, Latihan aerobik dapat meningkatkan daya tahan tubuh apabila dilakukan paling sedikit selama, Latihan aerobic dapat meningkatkan daya tahan apabila dilakukan selama, latihan aerobik dapat meningkatkan daya tahan apabila dilakukan paling sedikit selama?, Latihan aerobic dilakukan paling sedikit, latihan aerobik dapat meningkatkan daya tahan apabila dilakukan selama, latihan aerobic di lakukan paling sedikit selama, Latihan aerobic dilakukan paling sedikit selama, latihan aerobik dapat meningkatkan daya tahan apabila dilakukan paling sedikit selama ?, latihan aerobic di lakukan paling sedikit, aerobik dilakukan paling sedikit, latihan aerobik dapat meningkatkan daya tahan apabila dilakukan paling sedikit berapa menit, Latihan aerobik dapat meningkatkan daya tahan apabila dilakukan paling sedikit selama berapa menit

Related Articles

Share

About Author

(0) Readers Comments

Leave a Reply