Female — 22 May 2012
9 Kunci Bekerja di Lingkungan Pria

Jika Anda seorang wanita yang cantik, berpenampilan menarik, dan bekerja pada suatu lingkungan yang mayoritas karyawannya pria, tak pelak Anda bakalan menjadi primadona. Seperti apa pun kemampuan Anda, para pria rekan kerja Anda biasanya tetap cenderung melihat Anda sebagai sesosok manusia yang layak dijadikan “tontonan”. Gender lebih berbicara ketimbang apa pun.

Tak heran jika setiap gerak langkah Anda menjadi pembicaraan dan terus disorot. Merasa risih? Mungkin. Namun, begitulah nasib kebanyakan wanita, di belahan bumi mana pun

Anda yang cantik, cerdas dan cekatan akan tetap mengalami kesulitan menembus jajaran para pria ini. Meninggalkan pekerjaan bukanlah jalan keluar yang tepat, apalagi bila perusahaan memang butuh Anda, dan Anda pun suka pekerjaan tersebut. Jadi, apa yang harus Anda lakukan agar bisa masuk ke lingkungan kerja pria, termasuk juga menghadapi klien/pelanggan pria?

1. Jadikan Mereka Sebagai Teman
Ambil kesempatan untuk berbicara dari hati ke hati dengan rekan kerja, terutama pria, yang bekerja di bawah perintah Anda. Jangan kaget bila ada di antara mereka yang tega berkata, “Saya tidak bisa respek terhadap Anda dan tidak ingin diperintah oleh seorang wanita.”

Tak perlu berkecil hati. Katakan bahwa Anda menghargai kejujurannya, namun Anda tetap harus menjalankan tugas dan kewajiban yang dibebankan perusahaan.

2. Bangun Hubungan Baik
Dalam melaksanakan suatu tugas, tentu kita tidak berkutat pada lingkungan kerja yang itu-itu saja. Acapkali, kita butuh dukungan dari bagian lain, biasanya bagian data. Namun begitu, mendapatkan dukungan dari pihak lain sering tidak semulus yang Anda duga.

Tidak sedikit yang menimbulkan rasa jengkel, meskipun Anda tahu bahwa Anda dan mereka masih dalam satu perusahaan. Nah, dalam kondisi seperti ini, yang perlu Anda lakukan adalah pendekatan yang sedikit tegas tanpa harus sombong. Ingat, pria sering takluk oleh kelembutan wanita

3. Jadikan Diri Anda Sebagai ‘Kamus’
Intinya, Anda bisa menempatkan diri sebagai pribadi yang multifungsi, berguna banyak. Pengetahuan yang luas, membuat Anda menjadi ‘rebutan’ banyak pihak. Menjadi sumber informasi, tempat bertanya bagi solusi berbagai macam masalah.

Bekerja keras seperti pria, misalnya menjadi workaholic, tanpa batas waktu, saat ini tidaklah cukup. Kemampuan fisik tanpa diimbangi kemampuan pikiran, bagi wanita, akan tetap dipandang sebelah mata.

4. Peka Terhadap Pimpinan Yang Tak Adil
Pimpinan seperti ini memang sulit ditembus. Anda mungkin pernah mengalami, ide Anda ditolak mentah-mentah, sementara ide serupa yang dilontarkan rekan kerja Anda yang selevel langsung disambut dengan jawaban: “Ya! Menarik sekali!” Nah, salah satu cara dalam situasi seperti ini adalah mengusahakan untuk pindah dari bagian tersebut. Kemampuan Anda yang seperti kamus tentu memungkinkan untuk dipindah ke bagian mana pun. Departemen apa pun akan cocok untuk Anda, kok.

5. Carilah Mentor
Sudah pasti, agar bisa bersinar dalam karier, selain performa harus prima, wanita juga harus menghasilkan pekerjaan yang maksimal. Dengan demikian, prestasinya bisa tercatat dalam perusahaan. Sebaiknya Anda dapat menemukan seorang mentor. Ia bisa juga seorang teman baik di perusahaan. Ia haruslah pria yang pandai dan sukses meniti karier di perusahaan tersebut. Timbalah ilmunya, biarkan ia turut men-support sepak terjang Anda dalam meniti karier. Mintalah advis darinya.

6. Jeli dan Cerdik Memanfaatkan Waktu
Banyak masalah yang akhirnya meruncing hanya karena ketidaksabaran. Begitu waktu berlalu, baru terpikir dan timbul penyesalan. Ungkapan seperti: “Ya coba kalau waktu itu begini,” dan seterusnya pun sering terdengar.

Atau bila suatu ketika ide Anda ditolak mentah-mentah, sementara ide serupa dari rekan pria diberi acungan jempol; sekali lagi, tahanlah emosi Anda. Ingat: JELI DAN CERDIKLAH MEMANFAATKAN WAKTU! Biarkan rapat itu berakhir dan ambil waktu yang tepat untuk menyampaikan langsung protes Anda pada pimpinan. Bila perlu, mintalah dukungan dari mentor Anda.

7. Peka Terhadap Lingkungan Kerja
Sepertinya sepele namun sebenarnya sangat penting. Setiap orang memiliki perbedaan. Misalnya, dua staf pria Anda “berseteru.” Di depan Anda, memang mereka tampak rukun. Namun, di belakang Anda, mereka akan selalu menjelek- jelekkan. Untuk sebuah ritme kerja perusahaan, tentu ini tidak baik.

8. Ilmu dari Keluarga Dekat
Pengalaman orang yang lebih senior, baik dari segi usia maupun pengalaman, bisa menjadi pertimbangan. Dari tahun ke tahun, intrik di lingkungan kerja biasanya tidak akan jauh bergeser. Bahkan tidak mungkin, pengalaman ibu Anda jauh lebih bijaksana bila diterapkan di masa kini yang segala sesuatunya cenderung tidak mengindahkan lagi tata krama. Selain itu, pengalaman dari keluarga sendiri biasanya tanpa filter.

9. Siap Menanggung Resiko
Sejak awal, perhitungkan masak-masak apa yang akan Anda lakukan. Sadari pula sejak dini bahwa berkarier di tengah-tengah pria adalah ibarat liliput di tengah-tengah sejumlah raksasa. Penuh tantangan dan pengorbanan. Wanita selalu dipandang lemah, tidak berdaya dan cenderung kurang mampu memimpin.

Sebaiknya siapkan strategi tentang langkah apa saja yang akan ditempuh. Buatlah beberapa rencana. Bila rencana A tidak berjalan mulus, coba perhitungkan rencana B. Jangan bersikap konyol dengan asal terjun tanpa perhitungan. Saat ini, tingkat kompetisi sangatlah tinggi, Anda tidak bisa lagi bermain-main dengan kesempatan. [Source: Tabloid Nova]

kurus

Referensi:

foto menyusui pasangan, gambar menyusui pasangan, cara making love menyusui pacar, sahabat pria di tempat kerja, lingkungan kerja cowok, Cara Making love nakal dengan pacar cowok, cara menaklukan hati laki-laki di tempat kerja, cara menaklukan hati pria workaholic, cara menaklukan mentor di tempat kerja, Cara mengatasi bos perhitungan, cowo workaholic, cowok kerja keras, ara making love menyusui pacar cara making love agar tidak hamil hal yang disukai pria saat bercinta gambar foreplay cara bercinta making love paling nakal cara menyusui pacar foto cewek dan cowok yg sedang bersetubuh kepuasan laki-laki saat bercinta cara, Cara bemain sama pacar tanpa harus making love?, cara agarcwok takluk pada qt, bila wanitA berbicara primadona, bicara teman kerja pria, wanita yg bekerja, bekerja di antara pria pria, bagaimana menyikapi lingkungan kerja pacar dengan mayoritas lelaki, bagaimana mengetahui rekan kerja pria yg menyukai teman kerja wanita

Related Articles

Share

About Author

(1) Reader Comment