Business — 11 June 2012
9 Kesalahan dalam Merintis Bisnis

Tantangan terbesar seorang entrepreneur adalah saat memulai bisnis rintisannya.

Tentunya, saat-saat tersebut merupakan saat yang sangat menentukan bagi kesuksesan bisnis di masa depan.

Berikut sembilan kesalahan yang harus dihindari dalam memulai sebuah bisnis.

1. Mencoba menjadi kaya secara instan
Keberhasilan yang terjadi secara mendadak sebenarnya membutuhkan waktu 15-20 tahun untuk dicapai. Jika Anda berusaha hanya untuk menjadi kaya secara secara cepat hanya dalam waktu semalam, Anda hanya akan menjadi putus asa dan menyerah dengan lebih cepat dalam meraih impian Anda.

Ketahui bahwa keberhasilan itu dicapai dengan susah payah dan memerlukan waktu. Dibutuhkan pula keteguhan hati dan keberuntungan dalam jumlah tertentu. Berikan usaha Anda waktu untuk berkembang. Hanya jika usaha Anda mengalami kemandekan untuk jangka waktu yang lama, mungkin sudah saatnya Anda mempettimbangkan sebuah usaha lain yang baru dan lebih menjanjikan.

2. Beranggapan bahwa kompetisi itu tidak ada
Bahkan jika Anda memiliki pendekatan yang terbaru dan terbaik yang belum pernah dilakukan sebelumnya, jangan berasumsi bahwa Anda pasti tidak akan memiliki pesaing. Kompetisi lebih dari sekedar persaingan secara langsung dan sederet pesaing yang kasat mata.

Persaingan juga bisa berupa pilihan alternatif yang tersedia selain produk atau jasa Anda. Hal lain apakah yang  para konsumen bisa lakukan jika mereka tidak memilih produk atau jasa Anda? Apakah mungkin mereka tidak melakukan apa-apa? Pelanggan pastinya selalu memiliki banyak pilihan untuk menggunakan yang lainnya. Ini juga harus dianggap sebagai salah satu ancaman pesaing yang serius.

3. Menjadi pemimpin yang lemah
Keberhasilan perusahaan Anda tergantung pada kemampuan Anda menjadi pimpinan yang kuat dan efektif. Hal ini bukan berarti Anda harus menjadi seorang pemimpin otoriter dan tidak juga berarti Anda harus menjadi teman semua orang. Seorang pemimpin yang baik menetapkan tujuan dan cara bagi perusahaan, mengkomunikasikannya secara terus menerus dan menginspirasi timnya untuk meraih keberhasilan tersebut.

4. Berfokus pada bisnis setiap waktu
Banyak pengusaha berfokus penuh pada kehidupan bisnis mereka daripada kehidupan pribadi. Akibatnya kedua-duanya akan menderita. Tidak ada keraguan bahwa usaha membutuhkan perhatian serta usaha penuh dari Anda tetapi hanya dalam jangka pendek.

Seperti layaknya seorang atlet profesional, selain berusaha keras untuk menjadi unggul pada saat berlaga dalam pertandingan, Anda harus menjalani program pelatihan yang bagus dan memadai. Anda harus menjalani diet yang tepat, beristirahat yang cukup, dan rehat di saat yang diperlukan. Cobalah untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi dan bisnis Anda dan Anda akan berprestasi di kedua bidang itu.

5. Tujuan keuangan yang muluk-muluk
Bila semua rencana bisnis bisa menjadi nyata dengan sangat mudah dan tanpa usaha keras, menjadi miliuner bukanlah sesuatu yang istimewa lagi. Banyak entrepreneur menjalani usaha baru dengan berencana untuk  mendapatkan laba yang sebesar-besarnya. Namun, kebanyakan dari mereka tidak pernah dapat menjalankan usaha dengan sebenar-benarnya.

Tujuan tujuan yang tidak realistis tidak hanya mencederai kredibilitas Anda tetapi juga bisa melelahkan Anda secara emosional. Tetapkan tujuan yang spesifik, terukur (measurable), dapat dipertanggungjawabkan (accountability), realistis, dan spesifik dalam hal waktu untuk memastikan kemajuan yang berkelanjutan. Peluang untuk menjadi sukses dalam waktu semalam saja  (meskipun dalam jangka waktu 15 hingga 20 tahun) sangatlah besar dan luas.

6. Tidak ada titik penyatuan
Selalu ada alasan mengapa para karyawan meninggalkan perusahaan yang bersedia membayar gaji tinggi untuk beralih untuk merintis usaha, dan biasanya bukan karena uang semata. Orang-orang terdorong untuk mengabdikan diri pada tujuan yang penting, di samping membawa pulang rejeki untuk seluruh anggota keluarga. Banyak usaha tidak pernah mendefinisikan tujuan nyata mengenai keberadaan mereka.

Dan hal ini membuatnya terus menerus menarik berbagai macam karyawan yang mencari keberhasilan dengan cara yang bermacam-macam pula. Jelaskan tujuan perusahaan Anda selain tujuan mengumpulkan keuntungan semata. Dengan demikian Anda akan dapat memberikan kesempatan bagi para karyawan yang bertujuan serupa untuk datang dan bekerjasama. Sebuah tim yang terfokus pada satu tujuan yang sama merupakan sebuah kekuatan yang amat kuat.

7. Memotong harga
Sering hal pertama yang dilakukan para entrepreneur saat bisnis mereka mengalami kesulitan ialah dengan mencoba melakukan diferensiasi harga. Harga yang lebih rendah berarti lebih banyak pembeli, bukan? Salah! Sebagian besar pembeli ingin membeli barang-barang yang lebih mahal karena memiliki kualitas yang lebih baik atau tingkat kenyamanan yang lebih tinggi. Selama saat-saat sulit, biasanya kenaikan harga, diiringi dengan perbaikan dalam kualitas atau kenyamanan dapat membuat pelanggan menjadi terdorong. Pemotongan harga merupakan permainan yang berbahaya. Pada beberapa titik, Anda harus melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri agar tetap menekan harga.

8. Tidak ada pesan pemasaran yang jelas
Anda tidak akan pernah tahu di mana, kapan, atau bagaimana sebuah calon pelanggan/ mitra baru akan muncul dan melihat keberadaan bisnis Anda. Jika Anda memiliki suatu campuran dari banyak pesan di luar sana, si calon pelanggan/ mitra potensial akan merasa tidak jelas mengenai harapan yang mereka miliki terhadap tawaran Anda. Perusahaan Anda harus menampilkan sebuah pesan yang jelas dan konsisten ditinjau dari segala sisi. Anda tidak akan mendapatkan kesempatan kedua untuk membuat mereka terkesan pada pandangan pertama. Pastikan juga setiap kesempatan  yang didapatkan pelanggan atau mitra potensial baru itu untuk melihat usaha Anda pertama kalinya mengirimkan pesan yang serupa secara konsisten.

9. Tidak bersikap terus terang
Sudah bukan saatnya Anda harus berbelit-belit dan menutup-nutupi. Karakteristik internet yang anonim dan luasnya cakupan internet membuat semua orang, bahkan anak-anak bisa memublikasikan apapun dengan bebas. Jika usaha Anda mencoba untuk menutupi kesalahan, hanya masalah waktu sebelum rahasia itu terbongkar dan Anda akan dicap sebagai pembohong. Itu tentunya menjadi preseden buruk bagi usaha Anda. Jadilah yang pertama yang mengabarkan berita buruk yang menimpa Anda. Justru Anda akan dianggap lebih dapat dipercaya dan jujur. [Source: Ciputraentrepreneurship.com]

kurus

Referensi:

cara merintis sebuah perusahaan, cara merintis perusahaan, merintis sebuah perusahaan, cara merintis pelanggan potensial, cara merintis kesuksesan, jelaskan mengapa bisnis harus menangani pelanggan, jelaskan mengapa perusahaan harus memilih tempat usaha dan dekat dengan pelanggan yang potensial, jelaskan mengapa perusahaan harus memilih tempat usaha yang dekat dengan para pelanggan yang potensia, kata bijak dalam merintis usaha, kata bijak dlm usaha, kata kata mutiara merintis produc baru, kata mutiara berusaha merintis, jelaskan bisnis harus menangani pelanggan, ebook merintis perusahaan, Www susah payah merintis usaha com, cara merintis sbuah perusahaan, cara merintis perusahaan menjadi besar, cara merintis jasa renovasi rumah, cara merintis pabrik, cara merintis masadepan, cara merintis kesuksesan hidup

Related Articles

Share

About Author

(0) Readers Comments

Leave a Reply